Panduan belajar

Cara Membaca Daya Tampung dan Peminat Prodi

Nama prodi yang sama bisa muncul di jalur dan jenjang berbeda. Mulailah dari tabel resmi untuk jalur yang Anda ikuti, cocokkan kode prodi, lalu lihat periode daya tampung dan peminat. Panduan ini menunjukkan cara menghitung rasio yang jelas artinya dan mengenali perbandingan yang belum bisa dibuat.

Terakhir diperbarui:

Teman Anda mengirim tangkapan layar bertuliskan “peminat tinggi”. Nama kampusnya terlihat, tetapi judul kolom dan jalur masuknya terpotong. Sebelum mencoret prodi itu dari daftar, cari kembali tabel aslinya. Yang perlu Anda temukan ialah kursi untuk jalur yang akan Anda ikuti, jumlah peminat yang bisa dibandingkan, serta periode yang dirujuk oleh masing-masing angka.

Temukan baris prodi yang tepat

Buka daya tampung SNBP jika Anda sedang menimbang jalur prestasi. Untuk jalur tes, gunakan daya tampung SNBT. Pilih perguruan tinggi lebih dahulu, kemudian cari nama program studi. Baca nama lengkap dan jenjang pada baris yang sama. Dua prodi yang sama-sama memakai kata “Akuntansi” bisa menawarkan pendidikan yang berbeda.

Salin kode prodi bersama nama kampus dan jalurnya. Kode itu membantu saat Anda membuka kembali halaman yang berisi banyak nama serupa. Jika lokasi perkuliahan tercantum sebagai bagian nama, pertahankan keterangannya. Sering kali justru keterangan singkat seperti nama kampus daerah yang hilang ketika seseorang meneruskan tangkapan layar.

Pasangkan angka dengan periodenya

Buat satu baris catatan untuk setiap kombinasi kampus, prodi, jenjang, dan jalur. Di sebelah daya tampung, tulis periode yang tertera. Lakukan hal yang sama untuk jumlah peminat jika tersedia di rincian historis. Menuliskan periode di atas seluruh tabel saja bisa menyesatkan ketika satu kolom berisi rencana penerimaan sekarang dan kolom lainnya berisi peminat pada seleksi sebelumnya.

Perhatikan pula apa yang dihitung. Kolom pendaftar pilihan pertama dan kolom seluruh peminat menjawab pertanyaan berbeda. Pertahankan judul kolom asli di catatan Anda. Bila sumber hanya menyebut “peminat”, jangan diam-diam menggantinya dengan “peminat pilihan pertama”. Jika yang ditampilkan hanya jumlah peserta diterima, Anda juga belum punya dasar untuk mengisi kolom peminat.

Hitung rasio dengan satuan yang jelas

Untuk mengetahui banyaknya peminat per kursi, bagi jumlah peminat dengan daya tampung prodi pada jalur dan periode yang sama. Tulis hasilnya bersama satuan “peminat per kursi”. Membalik pembagian akan menghasilkan ukuran lain. Persentase orang yang diterima memerlukan jumlah orang yang benar-benar diterima dan jumlah pendaftar yang sebanding. Daya tampung sendiri menunjukkan kursi yang disediakan.

Bayangkan prodi teknologi pangan menambah kursi, sementara jumlah peminat yang Anda temukan masih berasal dari seleksi sebelumnya. Anda boleh mencatat keduanya untuk memahami situasi saat menyusun pilihan. Beri keterangan “peminat periode lalu, kursi periode ini”. Untuk membahas seberapa padat persaingan pada periode lalu, cari juga daya tampung periode tersebut. Jika angkanya belum ditemukan, tinggalkan pertanyaan itu terbuka.

Baca perubahan sebelum mengurutkan pilihan

Jika peminat bertambah, periksa apakah daya tampung ikut berubah. Peminat dan kursi dapat sama-sama bertambah sementara rasio peminat per kursi justru turun. Periksa juga apakah nama atau jenjang prodi berubah di tengah deret. Baris yang hilang bisa berarti tabel belum termuat, prodi berganti nama, atau data untuk periode itu memang belum tersedia. Menuliskan angka nol akan membuat perubahan berikutnya tampak jauh lebih besar daripada yang bisa Anda buktikan.

Coba jelaskan kesimpulan Anda kepada teman tanpa menyebut kata “aman”. Misalnya, “Pada periode yang datanya lengkap, prodi ini memiliki lebih banyak peminat per kursi daripada prodi lain yang saya bandingkan.” Kalimat itu menyebut batas perbandingan. Klaim bahwa skor tertentu pasti cukup memerlukan informasi yang tidak tersedia di tabel tersebut.

Setelah menyaring data, lihat kembali isi kuliah dan bentuk tugas yang ingin Anda kerjakan. Simpan tautan ke baris yang sudah diperiksa, bukan hanya hasil hitungan. Saat berdiskusi dengan guru BK, bawa satu pertanyaan berdasarkan catatan tersebut. Misalnya, Anda tertarik pada perkuliahan di politeknik dan ingin membandingkannya dengan program sarjana terapan di universitas. Pilih dulu program dengan kegiatan kuliah yang benar-benar Anda sukai. Baru setelah itu bandingkan data penerimaannya. Rata-rata peminat seluruh perguruan tinggi tidak menjawab pertanyaan tentang prodi yang akan Anda pilih.

Jika Anda mendaftar lewat jalur tes, gunakan catatan itu saat mengurutkan pilihan prodi SNBT. Setelah pilihan jelas, Anda bisa kembali menyiapkan materi UTBK-SNBT.

Cara ExamLuma membantu Anda

Atur dan pantau rencana belajar Anda dengan rapi di ExamLuma. ↗

Pasang target belajar harian dan lihat terus perkembangan Anda. ↗

Catat setiap sesi belajar yang sudah Anda selesaikan. ↗

Coach belajar AI Anda →

ExamLuma — Tujuan hari ini, Perkembangan skor latihan
Tampilan di dalam aplikasi

Pertanyaan umum (FAQ)

Mengapa angka untuk prodi yang sama berbeda di dua tabel?

Lihat dulu nama jalur, periode, jenjang, dan judul kolom. Kursi yang disediakan untuk SNBP dan SNBT tercatat di tabel masing-masing.

Bagaimana kalau data peminat kosong?

Tulis bahwa datanya belum tersedia. Biarkan kolom rasio kosong dan simpan tautan agar Anda dapat memeriksanya lagi.

Apakah rasio peminat per kursi menunjukkan nilai yang harus saya capai?

Rasio hanya membandingkan jumlah peminat dengan jumlah kursi. Dari sana Anda tidak bisa mengetahui nilai peserta terakhir yang diterima atau menghitung peluang pribadi.

Sumber referensi

Google Play