Latihan PBM UTBK: menyunting kalimat dan paragraf
Dalam latihan Pemahaman Bacaan dan Menulis, usulan perbaikan perlu dinilai dari dampaknya terhadap keseluruhan bacaan. Cobalah menyunting pengumuman peminjaman alat untuk menentukan informasi yang perlu didahulukan, memperjelas pelaku tindakan, dan memeriksa ejaan. Bandingkan hasil suntingan dengan maksud semula agar kalimat yang lebih ringkas tetap menyampaikan syarat penting.
Terakhir diperbarui:
“Bagi siswa yang meminjam alat wajib mengisi buku.” Anda mungkin pernah membaca pengumuman seperti ini dan langsung mengerti maksudnya. Namun, ketika diminta menyunting kalimat tersebut, bagian mana yang hendak Anda pertahankan? Tindakannya adalah mengisi buku. Yang wajib melakukannya ialah siswa peminjam alat. Kalimat “Siswa yang meminjam alat wajib mengisi buku” menyatakan keduanya secara langsung.
Dalam kerangka UTBK dari SNPMB, Pemahaman Bacaan dan Menulis atau PBM mencakup pemilihan, penataan, dan perbaikan gagasan. Berlatih dengan mengoreksi ejaan saja akan menyisakan persoalan lain. Sebuah paragraf dapat memakai ejaan yang tepat tetapi tetap membingungkan karena pembaca belum tahu benda yang dirujuk atau kapan suatu syarat berlaku.
Tentukan apa yang perlu diketahui pembaca
Bayangkan Anda mendapat tugas menyunting pengumuman ini untuk ditempel di ruang praktik sekolah.
Buku itu di simpan di meja petugas. Bagi siswa yang meminjam alat wajib mengisi buku peminjaman. Para peminjam harus menulis nama alat yang dipinjam sebelum alat dibawa keluar dari ruang praktik.
Coba gambarkan tindakan seorang siswa yang baru datang dan ingin meminjam tang. Ia perlu tahu bahwa ada buku peminjaman, di mana buku itu tersedia, dan apa yang harus dicatat sebelum membawa tang keluar. Dalam pengumuman awal, kata itu mengacu pada buku yang belum diperkenalkan. Anda bisa memperbaikinya dengan menempatkan ketentuan mengisi buku pada awal pengumuman. Alternatifnya, sebut nama buku secara lengkap pada kalimat pembuka dan susun kembali kalimat berikutnya agar pengulangan tidak mengganggu.
Saat menghadapi pilihan perbaikan, tanyakan apa yang sudah diketahui pembaca tepat sebelum kalimat itu. Bayangkan pilihan menyisipkan “Setelah itu, alat boleh dibawa keluar” sebagai pembuka paragraf. Ungkapan setelah itu memerlukan langkah sebelumnya. Kalimat itu lebih mudah dipahami setelah pembaca mengetahui kewajiban mencatat nama alat. Alasan penempatan semacam ini dapat diperiksa melalui isi teks tanpa harus menebak selera penulis.
Buat pelaku dan tindakannya terlihat
Pada kalimat tentang siswa, coba tanyakan siapa yang wajib mengisi buku. Jika frasa bagi siswa yang meminjam alat dipertahankan, Anda masih memerlukan susunan yang menjelaskan apa yang berlaku bagi kelompok itu. Cara paling sederhana dalam pengumuman tadi ialah menjadikan siswa yang meminjam alat sebagai subjek. Perbaikan tersebut tidak mengubah kelompok yang terkena kewajiban.
Cermati juga pilihan yang menghapus terlalu banyak kata. “Semua siswa wajib mengisi buku” terdengar singkat dan utuh, tetapi artinya berubah. Siswa yang hanya datang mengembalikan perlengkapan atau bertanya kepada petugas ikut tercakup. Jika pilihan memotong frasa pembatas, periksa kembali apakah perintahnya masih ditujukan kepada orang yang sama. Kemampuan mengenali batas makna ini juga dapat Anda coba dalam latihan membaca teks panjang.
Periksa ejaan setelah susunannya jelas
Pada frasa di simpan di meja petugas, bunyi di muncul dengan fungsi berbeda. Kata disimpan menyatakan tindakan terhadap buku dan ditulis serangkai. Bentuk di meja memberi keterangan tempat dan ditulis terpisah. Untuk berlatih, pindahkan tempatnya menjadi di lemari. Kata disimpan tidak ikut berubah. Lalu ubah tindakannya menjadi diletakkan. Keterangan tempat tetap bisa dipakai.
Salah satu hasil suntingan berbunyi, “Siswa yang hendak meminjam alat wajib mengisi buku peminjaman. Buku tersebut disimpan di meja petugas. Tulislah nama alat sebelum membawanya keluar dari ruang praktik.” Baca kembali sebagai siswa yang membawa tang. Anda tahu di mana mencari buku dan kapan pencatatan harus selesai. Jika ada usulan baru yang menambahkan keharusan meminta tanda tangan, cari dahulu dasar informasi itu dalam pengumuman awal. Sebuah suntingan sebaiknya tidak menciptakan ketentuan baru tanpa alasan.
Simpan alasan di balik perubahan
Ambil paragraf pendek dari catatan kegiatan Anda sendiri. Simpan versi awal, lalu buat revisi untuk pembaca yang belum mengenal kegiatannya. Garisbawahi kata rujukan, lingkari syarat yang tidak boleh hilang, dan periksa penulisan kata yang menyatakan tempat atau tindakan. Minta teman menjelaskan kembali apa yang harus dilakukan setelah membaca pengumuman itu. Jika jawabannya berbeda dari maksud Anda, cari kalimat yang membuka kemungkinan tafsir lain.
Saat meninjau latihan melalui panduan membahas hasil tes, tulis dampak suntingan, misalnya “kata ini mempersempit kelompok peminjam” atau “kalimat ini memperkenalkan bendanya”. Catatan tersebut dapat dipakai lagi ketika Anda menemukan susunan berbeda dengan persoalan serupa.
Cara ExamLuma membantu Anda
Atur dan pantau rencana belajar Anda dengan rapi di ExamLuma. ↗
Pasang target belajar harian dan lihat terus perkembangan Anda. ↗
Catat setiap sesi belajar yang sudah Anda selesaikan. ↗

Pertanyaan umum (FAQ)
Apakah kalimat paling pendek selalu paling efektif?
Pertahankan keterangan yang dibutuhkan pembaca untuk bertindak. Jika menghapus satu kata membuat syarat atau pelaku menjadi tidak jelas, kalimat yang lebih pendek itu masih perlu diperbaiki.
Bagaimana membedakan di sebagai kata depan dan di- sebagai imbuhan?
Pada frasa di ruang praktik, di menunjukkan tempat dan ditulis terpisah. Pada disimpan, di- melekat pada kata kerja. Bandingkan makna dan fungsi kata dalam kalimat sebelum menyunting.
Apa langkah pertama jika diminta menyisipkan kalimat?
Tentukan informasi baru yang dibawa kalimat itu dan apakah ada rujukan yang perlu diperkenalkan lebih dahulu. Bacalah kalimat sebelum dan sesudah posisi pilihan untuk memeriksa alurnya.
Sumber referensi
- Kerangka UTBK-SNBT · Panitia SNPMB · 2026

