Panduan belajar

PPU UTBK: menafsirkan kata dan ungkapan dalam bacaan

Kata yang Anda kenal bisa membawa arti berbeda ketika muncul dalam laporan, percakapan, atau ulasan. Latih Pengetahuan dan Pemahaman Umum dengan menebak makna dari peristiwa di dalam bacaan, mencoba padanan, lalu memeriksa nuansanya. Gunakan kembali bacaan yang sama pada sesi PBM untuk melatih keterampilan yang berbeda.

Terakhir diperbarui:

“Percakapan di balai warga mulai mencair.” Jika Anda hanya mengingat es yang berubah menjadi air, kalimat ini terasa janggal. Dalam cerita tentang orang-orang yang semula canggung, kata mencair justru membantu pembaca membayangkan perubahan suasana. Untuk melihat apakah tafsiran itu tepat, Anda perlu tahu apa yang terjadi sebelum dan sesudah kalimat tersebut.

Menurut kerangka UTBK dari SNPMB, Pengetahuan dan Pemahaman Umum atau PPU menguji kemampuan menghubungkan dan menyimpulkan makna kata, frasa, serta kalimat sesuai konteks bacaan. Anda bisa melatih keterampilan itu dengan sebuah cerita pendek. Carilah bukti di dalam adegannya sebelum mengandalkan arti pertama yang muncul di kepala.

Baca tindakan yang menyertai sebuah kata

Warga lama dan penghuni baru duduk berhadapan di balai kampung. Semula terdengar bunyi sendok beradu dengan cangkir. Belum ada yang membuka percakapan. Setelah seorang ibu berkisah tentang payung yang tertukar di pasar, suasana mulai mencair. Orang di sebelahnya ikut bercerita, lalu mereka tertawa bersama.

Apa yang dimaksud dengan suasana mencair? Anda bisa mengusulkan “menjadi lebih akrab” dan mengujinya pada peristiwa di sekitarnya. Pada awal cerita orang belum saling menyapa. Sesudah kisah tentang payung, pengunjung mulai menanggapi satu sama lain. Peralihan itulah buktinya. Mengganti mencair dengan menjadi ramai hanya menangkap bunyi percakapan. Keramaian bisa timbul karena orang berselisih, sedangkan adegan ini menunjukkan keakraban.

Coba ubah akhir cerita menjadi “orang di sebelahnya menggeser kursi dan menatap pintu”. Petunjuk itu tidak lagi mendukung tafsiran semula dengan sama kuat. Pembaca bahkan mungkin mempertanyakan apakah pertemuan sungguh terasa lebih santai. Dengan mengubah bukti pendukung, Anda bisa memeriksa apakah padanan tadi berasal dari bacaan atau hanya dari ingatan tentang pasangan kata suasana mencair.

Uji padanan di dalam kalimat lengkap

Bayangkan cerita berlanjut dengan kalimat “Ketua RT menampung usulan warga tentang giliran membersihkan balai.” Padanan menerima mungkin terpikir lebih dahulu. Namun, apa yang diterima oleh ketua RT? Kata menampung dalam kalimat ini menunjukkan kesediaan mendengarkan dan menghimpun usulan. Kalimat itu sendiri belum memastikan bahwa usulan sudah disetujui atau akan dilaksanakan. Padanan mengabulkan menambahkan keputusan yang belum disebutkan.

Bandingkan dengan “Balai itu dapat menampung seluruh peserta rapat.” Kini menampung berkaitan dengan daya muat ruangan. Menjawab mendengarkan karena kata itu cocok dalam cerita ketua RT akan membuat kalimat kedua kehilangan makna. Saat menyusun catatan kosakata, simpan potongan kalimat yang menunjukkan objeknya, seperti menampung usulan dan menampung peserta. Pasangan tersebut mengingatkan Anda pada batas penggunaan kata dengan lebih jelas daripada daftar padanan yang berdiri sendiri.

Perhatikan siapa yang memberi penilaian

Dalam kalimat “Seorang warga menyebut keputusan itu berani, sedangkan tetangganya menganggap keputusan itu gegabah”, penilaian kedua orang tersebut berbeda. Keduanya mungkin sama-sama melihat adanya risiko. Kata berani dalam konteks ini mengisyaratkan penghargaan, sementara gegabah menunjukkan keberatan terhadap tindakan yang dinilai kurang dipertimbangkan. Jika Anda menyimpulkan penulis mengecam keputusan tersebut, cek siapa yang sebenarnya memakai kata itu.

Gunakan informasi sekitar untuk menguji nada. Bila penulis melanjutkan dengan alasan mengapa sang tetangga khawatir, tambahan itu menjelaskan sudut pandang tetangga. Anda tetap perlu petunjuk lain sebelum menyatakan penulis sependapat. Bila hal ini sering tertukar, coba latihan membaca alur pendapat untuk membedakan ucapan narasumber dari simpulan penulis.

Gunakan bacaan yang sama untuk latihan berikutnya

Saat meninjau PPU, pilih satu kata, tulis padanan yang paling dekat, lalu jelaskan mengapa padanan lain meleset. Misalnya, mengabulkan terlalu jauh karena mengubah kesediaan mendengar menjadi keputusan. Pada sesi berikutnya, kembalilah ke cerita itu untuk berlatih PBM. Ubah urutan kalimat atau perjelas siapa yang dirujuk oleh kata mereka, kemudian baca ulang untuk memeriksa apakah artinya masih sama.

Dengan susunan latihan tersebut, Anda dapat mengulang kedua subtes tanpa sekadar membaca ulang daftar istilah. Gunakan latihan menyunting kalimat dan paragraf saat beralih ke PBM. Sebelum meninggalkan catatan PPU, tutup teks dan buat kalimat baru yang menggunakan kata sasaran dalam konteks berbeda. Lalu sebutkan petunjuk yang akan membantu pembaca lain menafsirkan maknanya.

Cara ExamLuma membantu Anda

Atur dan pantau rencana belajar Anda dengan rapi di ExamLuma. ↗

Pasang target belajar harian dan lihat terus perkembangan Anda. ↗

Catat setiap sesi belajar yang sudah Anda selesaikan. ↗

Coach belajar AI Anda →

ExamLuma — Tujuan hari ini, Perkembangan skor latihan
Tampilan di dalam aplikasi

Pertanyaan umum (FAQ)

Apakah menghafal sinonim cukup untuk PPU?

Daftar sinonim memberi pilihan awal. Ujilah setiap padanan dalam kalimat asal karena dua kata yang berdekatan maknanya dapat berbeda nada, cakupan, atau pasangan katanya.

Bagaimana jika saya tidak mengetahui latar kebiasaan yang dibahas?

Cari penjelasan yang diberikan oleh teks, seperti siapa yang hadir, apa yang dilakukan, dan apa tanggapan orang lain. Bedakan keterangan itu dari dugaan Anda tentang kebiasaan setempat.

Bolehkah memakai satu bacaan untuk PPU dan PBM?

Boleh. Saat melatih PPU, jelaskan makna kata dan hubungan antargagasan. Saat melatih PBM, sunting bagian yang rujukannya kabur atau susun kembali kalimat agar pembaca mudah mengikuti maksudnya.

Sumber referensi

Google Play